Sekali Lagi Tentang NICSpace
Sebenarnya pagi ini saya sama sekali tidak ada rencana untuk menulis posting disini. Apalagi menulis tentang web hosting. Memang di blog ini sering sekali saya menulis tentang web hosting, dari hosting gratis hingga layanan hosting berbayar nan murah.
Jika Brokencode merekomendasikan NICSpace dalam posting berjudul Recommended WebHosting: NICSpace.com, mungkin Indra Diky punya pendapat berbeda yang didapet dari pengalamannya selama sewa. Buktinya, akhirnya dia memutuskan untuk hengkang dari NICSpace.
Jika akhirnya BrokenCode memutuskan untuk pindah dengan alasan betapa bobroknya Server NICSpace (simak posting berjudul BrokenCode is Moving) dan lalu akhirnya juga pindah ke Dreamhost seperti IndraDiky, tentu bisa membuat calon klien potensial yang membaca posting-posting tersebut menjadi berpikir 2 kali (bahkan 3 s/d 4 kali juga bisa) untuk hosting di NicSpace. Lha wong yang sebelumnya aja merekomendasikan aja tiba-tiba buat testimonial baru yang berbeda 180 derajat???.
Bagaimana dengan saya? Selama ini saya juga merekomendasikan NICSpace. Selain komentar-komentar di berbagai blog tentang betapa tidak bermasalahnya saya selama nge-kos satu domain di Nicspace hingga posting review 1 tahun saya di NICSpace. Sungguh puas saya sewa hosting di NICspace.
Hingga beberapa waktu yang lalu saya menemukan NICSpace dengan sengaja tiba-tiba merubah layanannya dari unlimited bandwidth menjadi limited bandwidth dan kini mengubahnya lagi menjadi unlimited bandwith. Sekalipun saya tidak pernah menghabiskan banyak bandwidth, tetap saja layanan yang dulu ditawarkannya adalah bandwidth unlimited. Sehinnga, fasilitas yang hanya 1 domain saja (tidak support add-on dan park domain untuk paket pertama) bisa membuat saya tertarik. Hingga lalu NICspace mengembalikan layanannya, saya tidak pernah permasalahkan hal tersebut.
Saya baru menjadi risih setelah tadi saya menyempatkan mengunjungi Cpanel account saya yang ada di NICSpace dan mendapati bahwa layanan-layanan unlimited subdomain-nya, unlimited SQL Database-nya ternyata diubah sepihak menjadi seperti dalam screenshot berikut:

Lalu kemudian saya melihat di Website NICSpace. Ternyata memang diwebsitenya paket layanan yang disediakan ada 4 macam. Silahkan lihat screenshot kedua:

Screenshot 2 tersebut saya potong. Fitur aslinya jauh lebih banyak daripada tsb diatas. Terus terang saya jadi kecewa atas pemenggalan fitur secara sepihak oleh NICSpace. Memang sejauh ini saya tidak pernah pake SubDomain lebih daripada yang kini tersedia. Memang, saya juga tidak pernah pake SQL Database lebih daripada yang kini tersedia.
Tapi apakah fitur yang dulu sudah ditawarkan bisa dihilangkan begitu saja?
Saya tahu, memang setting paket hosting di WHM akan lebih mudah jika paket-paket yang ada di edit. Tapi bukankah, membuat paket baru juga mudah, dimana paket punya klien lama tetap dibiarkan seperti apa adanya dulu. Setahu saya, pemberlakuan asas Retroaktif dalam hukum pun berlaku sepanjang menguntungkan klien, bukan merugikan.
Sebagai bukti kalo dulunya NICSpace memang menyediakan layanan seperti yang saya bilang, terus terang memang saya tidak punya screenshot jaman dulunya. Untung saja, paket tersebut masih ada iklannya di DetikPublishing. Bisa anda buka di alamat ini atau silahkan lihat screenshot berikut:

Bagaimana ini NICSpace? Untung saja saya belum melakukan perpanjangan di tempat anda. Bahkan, kemungkinan besar, saya tidak akan melanjutkan sewa di tempat anda lagi, mengikuti jejak rekan-rekan yang sudah terlebih dahulu hengkang dari tempat anda.
29 comments ↓
[...] baca juga posting terbaru saya yang tidak lagi merekomendasikan NICSpace Web hosting. Web Hosting December 01st, 2007 Web Hosting Trackback « [...]
Pemilik Web Hosting lain Dilarang menjadi penumpang gelap dengan berkomentar disini.
udah no comment dah. mangkel, kesel sel sel
Sama, gue juga udah kesel banget. Apalagi kalo udah ngetik panjang, pas klik publish, hasilnya…… Database Server Down….. OMG!!! Klik Back di browser juga gak menolong secara tulisannya udah ilang, ngetik lagi deh…. hiks hiks
@Brokencode:
No comment ? Lha itu apa????
@IndraDiky:
Keluarga Dreamhost nih ceritanya ????
Nampaknyah sayah jugah harus segerah berpindah hosting.
Masih adah 4 bulan lagih sebelum kontrak hosting sayah dengan nicspace habis.
Sayah kecewah dengan layanan nicspace. Nicspace sudah melakukan wan prestasi dari kontrak kami sebelumnyah.
@Meonx:
Semoga kamu ndak bingung harus kemana.
aku masih 8 bulan lagi sewanya disana.
semoga dreamhost mampu menanggung dosa2 blog aku dan blog2 lainnya yang juga berlumur dosya.
Banyak yang komplain juga ya ternyata, saya masih cari rekomendasi hosting lain nih
@Brokencode:
Semoga membicarakan masa lalu juga tidak dianggap sebagai sebuah dosa.
@Pututik:
Saran aja, jangan terlalu tergiur dengan bandwidth besar harga murah. Tapi kayaknya kalo QWords.Com bagus-bagus aja deh….
Gue pernah ngehost di nicspace baru 4 atau 5 bulan di delete hosting gue.. kagak ada peringatan terlebih dahulu.. padahal ngehost 1 tahun tuh…
kalo ada peringatan pelanggaran kan ada warning, inih mah gak maen delete ajah.. katro dah
@Bola Naga:
Sudah baca Aturannya NICSpace? Ada yang dilanggar tidak? Kalo tidak ada yang melanggar aturan, harusnya komplain dong. Sebab mungkin di aturannya sudah dijelaskan tentang pelanggaran aturan tertentu yang mungkin tanpa peringatan.
Bagaimanapun, kita harus objektif bukan? Jangan sekedar menjelek-jelekkan tanpa bukti (maaf, tidak bermaksud menuding, hanya seandainya saja). Bagaimanapun usaha apapun di Indonesia harus didukung pertumbuhannya, yang jelek harus terus dikiritik agar memperbaiki diri. Toh, kalo semua usaha web hosting bisa maju, kita juga yang nantinya bersyukur.
Pengeeen banget komentar, tapi binun hrs berpijak dimana yah? Hehehe. Wah Pak Ken ini syeremm. Saya doa aja deh, semoga semua menjadi baik, untuk Pak Ken dan saya, serta semua para pemilik website. Amin.
Iya nih bro saya juga hosting di NICSPACE down melulu terutama DB nya. Kira2 bisa nggak yah kalo kita pindah hostingnya aja tapi domainnya tetap?
@Hendra W. Saputro:
Ga usah takut untuk komentar Mas Hend, takut conflict of interest yah…? sepanjang masih objektif saya tidak akan peduli background pekerjaan anda apa….
@Akhdian:
Bisa. Setiap domain yang dibeli selalu memiliki control panel untuk domain tersebut (Terpisah dari CPanel). Melalui control panel tersebut anda bisa set Name Servernya ke tempat lain. Kalo perlu bantuan bilang aja Mas…. saya mungkin masih bisa bantu kalo ada yang kurang jelas…. Salam kenal. BTW kok yang ini pake blog .wp.com ? blog yang berbayar mana? biar bisa saya kunjungi.
Website gw pake nicspace juga dan masalah yang gw alami, ternyata ga semua orang bisa akses website gw. Temenku dari Libya ga bisa akses. Gw sendiri pernah coba dari kosan temen yang sambungan internetnya pake First Media, eh…ternyata gak bisa masuk juga. Kalo gw akses pake speedy di rumah, lancar-lancar aja sih.
Gak lagi-lagi deh hosting di NicSpace. Mending di tempat lain aja. WhPlus juga lumayan bagus tuh, udah beberapa kali gw beli domain dan hosting di sana.
saya juga dahulunya hosting di NICSpace… tapi suatu saat web saya bertambah ramai visitornya..mungkin 1 hari bisa 1000-2000 visitor.. apa yang terjadi.. website saya di suspend. dan di janjikan untuk terima refund sisa dana hosting sya… sampai detik ini saya belum menirma refund dana tersebut.. padahal saya hosting belum lama. dan masih panjang waktunya.. tobat 18 turunan dah…
@Ferdi:
Makin banyak aja nih yang punya pengalaman buruk sama hosting satu ini
@Sigit:
Kalo udah dibayar jangan lupa komen disini yah….!
punya alternatif lain ..?
dah kapok nih
@Bambang:
Coba liat qwords.com, idwebspace.com.
Betullllllll
saya pengalaman hosting di Nicspace.com dan sekarang tidak bisa mengakses nya padahal masih tersisa 5 bulan lagi.
Yang lebih sedih lagi… dilakukan secara tiba2 oleh nicspace sehingga saya tidak bisa membackup data saya yang sudah saya upload ke situ.
kesel deh. mo pindah hosting juga susah karena data di nicspace belum ter back up??
Gimana dong….
@Ganteng Maut:
Waktunya menengok ke web hosting lainnya… sekedar masukan, hingga saat ini dari beberapa web hosting lainnya masih cukup layak untuk disewa….
Padahal mau rencana hosting di nicspace. Memang sih, tiap mau hosting di suatu tempat, cari testimonial atau pengalaman orang dulu baru beli. Keyword yang ampuh: “kecewa nama_layanan”, misalnya untuk kasus NICspace: “kecewa nicspace”
Cari hosting yang lain aah…
[...] Singcat udah ngga recommended lagi. Saya mau coba NICspace, tapi dengan adanya komentar ini dan ini, saya akhirnya memutuskan untuk tidak hosting di tempat [...]
mas ken, sebetulnya memang mudah untuk membuat paket dalam web hosting, cukup klik dan klik saja melalui WHM jika menggunakan cPanel, akan tetapi perlu ada penyesuaian terhadap kemampuan server, beberapa hasil riset teknis lainnya, dan juga harga yang dibayarkan, akanlah hal yang bohong dan merupakan pemanis marketing saja, jika ada yang menawarkan harga berbanding terbalik dengan kemampuan,
hmm.. saya baca blog ini dari forum joomla, kalo boleh ikut komenttar sih menurut saya hosting yg jarang bermasalah (atw mungkin belum.. dan udah saya cobain ) ardhosting.com detoohosting.com
yah namanya juga webhosting. hosting diluar pun juga sering begitu , baca2 di WHT sih
@Joko:
Yah namanya juga shared hosting Pak… pasti lah ada masalah. Namun yang kita bicarakan disini kan bukan masalah kecil yang terjadinya jarang2, melainkan masalah yang terlalu sering dan banyak.
BTW, saya tidak ada maksud menjelekkan perusahaan web hosting manapun, saya hanya menuliskan apa yang saya alami, dan ketahui dari pengalaman orang lain.
BTW, saya baru buka forumnya (ID-Joomla.Com khan ???). Saya geli sendiri kalo baca thread yang ada disana. FYI, website yang dulu saya letakkan di N****ace.com bukanlah situs besar, dan saya sama sekali tidak pernah menerima email pemberitahuan jika ada kegiatan saya yang memakan resource server terlalu besar. Dan, saat ini website tersebut sudah saya pindahkan ke Dreamhost. Jadi, setengah yang ada di forum tersebut berkait dengan topik N****ace.com ini tidak sesuai fakta. Sayang sekali…. tapi sudahlah, saya tidak ingin memperkeruh suasana.
ada hosting lain ga yang unlimited bandwidth tapi sudah teruji handal?
@Ardani:
Saya sama sekali tidak dapat merekomendasikan web hosting manapun untuk fitur unlimited bandwidth, sebab sesungguhnya itu hanya overselling belaka. Just Marketing Campaign.
Kenyataannya, jika seluruh user shared hosting menggenjot habis-habisan bandwidth masing-masing, tetap saja ada batasan kecepatan akses ke masing-masing situs/blog, yg mana kalo dihitung-hitung akan mengeluarkan angka yang ternyata masih terhitung. Jika tidak mampu, tidak mengherankan jika akhirnya server down.
Unlimited bandwidth menurut pengertian saya adalah: “Silahkan buat website anda, cari trafiknya, tanpa harus ketakutan kena biaya lagi krn anda tidak akan kena overkuota bandwidth, namun resikonya anda tetap harus berbagi dengan banyak user lain”. Jika semua sama-sama genjot, yah jgn heran kalo tak bisa di akses.
Lebih baik cari bandwidth besar meski terbatas, toh tahap awal anda tidak akan langsung menghabiskan banyak bandwidth. Kalopun akhirnya banyak menghabiskan bandwidth hingga jatah anda kurang, anda sudah dapat berhitung seberapa menguntungkannya website anda tersebut sehingga pindah ke server lebih baik adalah solusi.
Leave a Comment