Membangun Jaringan Blog Sendiri
Tanggal posting 10-03-09Anda semua yang terjun ke dunia internet marketing tentu mengetahui bahwa link building adalah salah satu faktor penting dalam membangun popularitas blog atau website yang anda kelola. Itulah sebabnya, semua internet marketer baik yang sudah termasuk kategori internet marketer guru ataupun internet marketer newbie terus saja membangun link popularity blog yang dikelola. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan membangun jaringan blog sendiri. Bagi para net marketer guru tentunya hal ini sudah bukan hal sulit, tapi bagaimana dengan kita yang masih netbie ini ?
Membangun jaringan blog sendiri adalah sebuah pekerjaan mudah yang melelahkan. Mudah karena semua blog yang akan kita jadikan bagian dari satu jaringan adalah milik kita sendiri. Melelahkan karena hal tersebut tidaklah dapat dilakukan dengan cepat, terlebih lagi mengingat kondisi internet di Indonesia mayoritas masih berada di kategori MBR (masyarakat berpenghasilan rendah masyarakat ber-benwit rendah). Namun demikian, terlepas dari apapun tantangan dan kendalanya, membangun jaringan blog pribadi tetap pilihan menarik bagi anda yang ingin terjun keĀ internet marketing ini untuk jangka panjang.
Beberapa aspek penting dalam membangun internal network
Saat ini, anda bisa saja membeli satu paket hosting yang unlimited space, unlimited bandwidth, unlimited addon domain serta unlimited SQL Databases dengan harga yang sangat murah sekali. Namun sesungguhnya hal tersebut adalah suatu pemborosan yang tidak efektif, terlebih dalam kerangka membuat network pribadi.
Pepatah bijak mengatakan bahwa sebisa mungkin kita tidak meletakkan telur dalam satu keranjang yang sama. Di dunia online, dalam rangka building inernal network, petuah bijak tersebut dapat kita aplikasikan dengan:
- Membeli domain di beberapa tempat yang berbeda.
- Mengisikan whois information yang berbeda-beda untuk setiap domain yang memiliki tema sama. Mengenai hal ini, kebebasan ada ditangan anda sepenuhnya, hanya saja aturan ICANN adalah agar setiap pemilik domain mengisikan data whois information dengan sebenar-benarnya.
- Memiliki beberapa account shared hosting yang menggunakan IP Address berbeda-beda. IP Address beda Block C (aaa.bbb.ccc.ddd) saja sudah cukup.
- Lebih bagus lagi memiliki account hosting dimana masing-masing domain pointing pada nameserver yang berbeda.
- Tidak semuanya menggunakan hosting berbayar, sebab beberapa free hosting pun terbukti layak untuk digunakan, dan yang jelas nameserver serta IP Addressnya berbeda. Contoh beberapa free hosting yang saya tahu cukup layak digunakan: 000webhost.com, biz.nf, hostingforfree.us
- Memanfaatkan free blog hosting milik blogspot, wordpress, multiply, blogdetik, dagdigdug, blogsome, xanga, dan free blog hosting lainnya. Tahukah anda jika blog gratisan di wordpress.com memiliki setidaknya 7 IP Address berbeda block C ?
Sementara itu saja dulu dari saya. Tulisan diatas akan saya spesifikkan lagi di posting selanjutnya.



